SELINGKUH IMAN DENGAN MODAL

Ia diludah seribu maki dibantai mata-mata palsu
karena jalan rahim memilih nama tak sama
dari akta berpena cacat sampai jejak menggores petak nisan
Difitnah inferior bermulut besar,
diburu sebab perbedaan tak mungkin terkikis
hingga raga berselubung tanah
Ribuan kebencian seperti belati runcing tajam
menunggu detik sang terancam hilang kesadaran
dan jalan semata kaki miring satu senti
Kemudian mata tombak tinggal merajam dagingnya mentah-mentah
Di negerinya di pulau orang-orang tak berbelaskasihan,
di air dan tanah tukang catut sana catut sini,
jaman menjual harga terlalu murah
bagi satu nyawa mengaku berTuhan.

Ia tinggal terpaut takjub, sedikit letih memenjara iman sehidup semati
Adakah sedahsyat itu kasih seorang putra dari rupa dewa
dari nubuat titisan roh
ke bumi menumpang rahim dara
memilih pasrah mengandung tidak karena nafsu ?
Akh… sangsinya mungkin berbuah dosa
Setan kefanaan bisiki alasan serapah, melepuh-lekang sumpah percaya
Tentang Raja yang memberi diri mati sahaya
Dan tiga nama satu pribadi sudah menakdirnya
sebelum cahaya memilah terang dari kelam

Di simpang jendela berjeruji ia masih bertengkar dengan kecamuk hati
Rosari merah terdekap erat di belah dada
tantangi suara batin seragu hari kelabu
menggantung di payung bumi tanpa hujan
Gerimis lagi… adakah Ia melukis tanda ???
Dua belas ekor pipit berjajar rapi di pojok dekat kaca pengintai
Mata coklat mungil selidik mencari celah mau mencabik kulit tuanya
Sisanya berputar seirama badai menunggu usai
dan mereka bisa kembali terbang

Lilin kecil sudah habis meleleh,
tinggal kilau fosfor salib hijau muda di balik pintu
menemaninya menunggu pagi
Setan seringai makin lihai pamer siasat dengan iming materi
Tak ada kekekalan bagi kaul rapuh
Langit kelam terawang tiba-tiba pipit menjerit panjang
Bertahun hari bertahun malam ia sudah ingkar janji
Mendengkur pulas mengukir pulau air liur di kulit kasur
lewati subuh tanpa pesta kudus
Adakah ia tetap setia,
menukar darah kemanusiaan supaya menggenapi asal dosa
Biarlah pagi suci berputar pergi menjual iman berselingkuh dengan modal
Hidupnya segala lalu seluruh nanti segenap kini terpatri dalam nama Isa

JOGJA, Februari 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s