10 harapan sempurna

beberapa tahun lalu ketika mengajar di dusun yang 99,9% penduduknya merupakan pemeluk Buddha, saya rutin mendengarkan doa ini, didaraskan tiap hari di sekolah oleh para murid.

pagi dan siang, di awal dan akhir kegiatan belajar, murid-murid saya akan membentuk sikap anjali, mengatupkan dua telapak tangan, menempelkannya di dada, menutup mata, lalu berucap dengan lantang:

“semoga aku senantiasa mencari siapa yang bisa kubantu, semoga aku memberi untuk mengikis keakuan.”

meski iman kami berbeda, saya selalu mengenang doa ini dengan rasa kagum, sampai sekarang. doa yang sangat dalam, universal dan indah, yang saya terima sebagai ‘hadiah’ istimewa dari murid-murid saya dulu. ini menjadi semacam pengingat ketika saya lupa berbuat baik, penguat saat perbuatan-perbuatan yang saya anggap baik tak mendapat balasan setara, atau serupa pesan sederhana agar tetap woles, memandang dari dua sisi, dan ‘jangan lupa bahagia.’

begini selengkapnya isi doa itu.. namanya 10 paramita atau 10 harapan sempurna atau 10 cita-cita mulia.

1. Dana (Memberi)
Semoga aku senantiasa mencari siapa yang bisa kubantu.
Semoga aku memberi untuk mengikis keakuan.

2. Sila (Moralitas)
Semoga aku santun dan tidak merugikan pihak lain.
Semoga aku terkendali dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

3. Nekkhama (Pelepasan keduniawian)
Semoga aku mengutamakan kepentingan pihak lain.
Semoga aku tak lekat pada yang buruk maupun pada yang baik.

4. Panna (Kebijaksanaan)
Semoga aku penuh kesadaran dan pemahaman jernih.
Semoga aku piawai dalam membantu pihak lain.

5. Viriya (Semangat)
Semoga aku giat berjuang untuk mencapai tujuan muliaku.
Semoga aku tak gentar menghadapi segala rintangan.

6. Khanti (Kesabaran)
Semoga aku mampu menanggung kekeliruan pihak lain.
Semoga aku melihat sisi baik dari segala sesuatu.

7. Sacca (Kebenaran)
Semoga aku tidak menyembunyikan kebenaran.
Semoga aku tulus dan dapat dipercaya

8. Adhitthana (Tekad kuat)
Semoga aku terus berpegang teguh pada kebenaran.
Semoga aku lembut bagai bunga dan kokoh bagai karang.

9. Metta (Cinta kasih)
Semoga aku mengasihi tanpa pilih kasih.
Semoga aku bahagia dan membawa kebahagiaan bagi pihak lain.

10. Upekkha (Keseimbangan batin)
Semoga aku memperlakukan semua makhluk dengan setara.
Semoga aku teduh dan seimbang dalam segala keadaan.

1_merisa-di-depan-rumahnya
rumah murid saya di dusun hutan samak, pulau rupat, riau

itu saja. kiranya bermanfaat kawan.
“semoga kita bisa mengasihi tanpa pilih kasih. semoga kita mampu melihat sisi baik dari segala sesuatu. semoga semua makhluk berbahagia.”

[2017]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s